Kamis, 23 Juni 2011


Butik Cinta, Sediakan Berbagai Jenis Pakaian
           
KAYUAGUNG- Mungkin selama ini orang sulit untuk mencari berbagai jenis pakaian di Butik. Nah, kini para pelanggan yang ada kini, tidak perlu binggung dan repot untuk mencarinya.
Sebab,  Butik Cinta yang beralamat di Jalan Letnan Muchtar Saleh, depan samping agen Koran hairul, Kayuagung, dapat menyediakan berbagai pakaian sesuai dengan selera yang diinginkan.
Yuli, salah seorang karyawan butik tersebut, saat ditemui Koran ini, kemarin (22/6), mengatakan pihaknya menjual berbagai jenis pakaian dengan mutu yang berkualitas dan harga terjangkau.
Ada berbagai jenis pakaian yang dijual lanjutnya, diantaranya, baju gamis, gaun, baju kaos, celana jeans, jilbab, dompet dan lain-lain. “Bahan yang kami juga memiliki mutu yang berkualitas bermacam-macam yaitu, katun, sutra, kaos biasa dan lain-lain,”jelasnya.
Dikatakan Yuli, dipastikan bila pelanggan yang menggunakan pakaian yang ada di butik itu, kian menawan dan menarik. “Bahan pakaiannya pun sangat halus. Jadi bila memakai pakaian yang ada di butik ini akan semakin cantik dan ganteng,”ungkapnya.
Adapun mengenai harga yang ditawarkan kata Yuli, hal tersebut sangat berbeda. Tergantung jenis bahan yang digunakan. Seperti, gamis yang memiliki harga dari kisaran Rp400-450 ribu.
Kemudian, untuk harga dompet wanita Rp150-250 ribu rupiah. Untuk baju koko lengan panjang Rp175 ribu. Dan baju koko lengan pendek Rp150 ribu.
“Tentunya, semua pakaian yang tersedia di butik ini cukup menarik. Dan masih banyak jenis pakaian lainnya yang kami jual di butik ini. Anda berminat silahkan kunjungi toko butik ini. Kami siap melayani dari pukul 08:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB ,”urainya. (ban)

Omzet Pengadaian Kayuagung Tembus Rp2,5 Milyar

KAYUAGUNG - Sejak enam bulan terakhir terhitung sejak Januari hingga 22 Juni 2011, omzet pengadaian penjualan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tembus mencapai Rp2,5 Milyar.
Kepala Unit Pelayanan Cabang Pegadaian Kayuagung, Charis Susanto, menjelaskan, pencapaian omzet tersebut melebih omzet tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, tercapainya omzet tersebut selama satu tahun. ”Jadi pada tahun 2010, sejak Januari-Desember mencapai Rp2,5 M, sementara saat ini, baru enam bulan terakhir mencapai angka tersebut,” jelasnya saat ditemui Koran ini, di ruang kerjanya, kemarin (22/6).
Dikatakannya, tercapainya angka tersebut, karena Pegadaian Kayuagung telah dikenal masyarakat yang ada di Bumi Bende Seguguk. “Kami telah membuka unit cabang ini telah dua tahun, hingga pada bulan kemarin (Mei -red), Pegadaian Kayuagung telah mencapai omzet sekitar Rp500 juta,” ungkapnya.
Dikatakannya, dari Januari- Juni tercatat jumlah nasabah yang ada di Pegadaian Kayuagung sebanyak 500 orang. Mereka berasal dari berbagai golongan, baik pedagang, pengusaha, atau pun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten OKI.
Sementara di Palembang sendiri, hingga jelang penutupan, Pegadaian Palembang berhasil mencatatkan omzet penjualan hingga Rp 550 juta atau telah terjual logam mulia sebanyak 1.265 gram.
Menurut Asisten Manager PKBL dan CSR Perum Pegadaian Kanwil IV Palembang, M Charist Hamid menjelaskan, pencapaian tersebut telah melebihi target semula sebesar satu kilogram.
Dia memprediksi bahkan pencapaian penjualan tersebut dapat tembus hingga 1,5 kilogram emas. "Ini menunjukkan investasi masyarakat untuk emas mulai meningkat, kita saja terus terang kaget dan tidak menyangka," ungkapnya. (ban/ovi)

Harga Sembako Masih Stabil

KAYUAGUNG – Harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) saat ini masih tetap stabil seperti biasanya. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) OKI, Ali Amir SH, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Perdagangan, M Teguh saat ditemui kemarin (22/6) di ruang kerjanya.
            Menurut dia, sejauh ini dari pantauan yang dilakukan pihaknya secara rutin khusus di pasar Kayuagung.  Dan pasar yang ada di Lempuing harga  setiap minggu untuk kebutuhan pokok tersebut masih stabil. Serta belum adanya lonjakan kenaikan harga.
Dijelaskan Teguh, adapun beberapa kebutuhan pokok yang saat ini harganya masih stabil dipasaran diantaranya, harga besar masih Rp7 ribu per kg, gula pasir Rp11 ribu per kg, telur ayam Rp14 ribu per kg, daging sapi Rp80 ribu per kg, cabe Rp15 ribu per kg dan bahan pokok lainnya.
”Bahkan dari kebutuhan pokok tersebut saat ini ada yang mengalami penurunan  harga yakni cabe yang sebelumnya mencapai Rp48 ribu per kg menjadi Rp15 ribu,” ungkapnya.
Dikatakannya, stabilnya harga kebutuhan sembako diprediksikan masih bertahan hingga memasuki pelaksanaan Jamnas mendatang. Sebab menurut dia pelaksanaan Jamnas tersebut tidak akan mempengaruhi naiknya harga sembako dipasaran.
”Pelaksanaan Jamnas tidak akan mempengaruhi harga kebutuhan bahan pokok, yang pasti kami prediksikan harga di pasaran masih tetap  stabil,”  urainya.
Sementara saat disinggung tentang maraknya SPBU yang menjual BBM bersubsidi kepada pengecer dalam jumlah yang banyak, pihaknya mengatakan, seharusnya para pengecer tersebut minta surat rekomendasi dari Disperindagkop terlebih dahulu.
Sebab, kata Teguh, sebagai instansi pengawasan dalam perdagangan hal itu merupakan tugas dan wewenangnya. ”Seharusnya mereka harus merekomendasi ke kami dulu, tapi hampir semuanya tidak ada yang minta rekomendasi ke pihaknya,”tandasnya. (don)

Guru Kesenian Antusias Ikuti Workshop Seni Budaya

          KAYUAGUNG - Sebanyak 30 orang guru kesenian yang ada di Bumi Bende Seguguk, kemarin (22/6), mengikuti pembukaan sekaligus pelaksanaan kegiatan workshop seni budaya yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
          Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari terhitung sejak kemarin (22/6), hingga 25 Juni nanti. Pembukaan pelaksanaan workshop Seni Budaya ini dibuka Sekretaris Disbudpar OKI, H Eko Agusrianto, SE, MM.
          Dalam sambutannya, dia meminta kepada peserta yang mengikuti workshop seni budaya ini agar dapat mengikutinya dengan baik hingga pelaksanaannya berakhir.
          “Kami juga berharap nantinya, setelah para guru kesenian mengikuti kegiatan workhop tersebut dapat mentransper ilmu kepada anak didiknya yang ada di sekolah masing-masing. Oleh sebab itu ikuti dan perhatikan setiap materi yang diberikan oleh pemateri dengan baik,”harapnya.
          Sementara ketua penyelenggara kegiatan workshop seni budaya, Asnil Fikri, SH, MSi, dalam sambutannya mengatakan para peserta yang mengikuti kegiatan workshop tersebut sebanyak 30 orang yang terdiri dari 10 orang guru SD negeri, 10 guru SMP negeri dan 10 orang guru SMA negeri.
          “Para peserta yang mengikuti kegiatan ini tampaknya sangat antusias dengan workshop ini. Hal ini terbukti banyaknya jumlah peserta yang akan mengikuti workshop ini. Namun, dikarenakan keterbatasan jumlah peserta pada pelaksanaannya, maka para guru yang mengikuti workshop ini diharapkan dapat mewakili semua guru yang ada di Kabupaten OKI. Kami juga kedepan merencanakan kegiatan ini dapat terlaksana dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi,”jelasnya.
            Asnil pun berharap dengan adanya ilmu atau pengetahuan yang didapat melalui workshop ini, peserta (para guru-red), dapat menyalurkan ilmunya kepada para siswa yang ada. Sebab tenaga pengajar atau pemateri kegiatan workshop ini adalah tenaga yang professional, ahli dan handal di bidang kesenian.
Salah satunya, Tugiyo SPd, Msn yang merupakan pencipta lagu mars Jambore Nasional (Jamnas). Sementara pemateri lainnya, Feri Firmansyah SSn, dan Deni Handrianata Mahendra, SSn. “Dengan demikian, bila diadakannya lomba notasi angka dan balok, setiap sekolah dapat mengirimkan utusannya. Kami juga berharap nantinya, utusan yang mengikuti lomba dapat mengharumkan Kabupaten OKI,”harapnya.
Terpisah, Doris salah seorang peserta workshop seni budaya yang berasal dari SMPN 1 Kayuagung mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan tersebut.  
”Saya sangat senang dan bangga karena dapat mengikuti pelaksaan workshop seni budaya ini. Kegiatan ini memiliki banyak manfaat yang diperoleh peserta dalam menguasai notasi angka dan balok. Saya berharap workshop ini tidak hanya dilakukan kali ini saja, namun dapat dilaksanakan kembali nantinya,”pintanya.
Hal yang sama juga diutarakan Imron, salah seorang peserta yang berasal dari SMPN 4 Kayuagung, yang mengharapkan kepada pihak penyelenggara dalam hal ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI. Untuk melaksanakan kembali kegiatan tersebut.
”Saya harap agar tenaga pengajar atau pemateri yang melaksanakan workshop ini dapat terus memberikan materi kepada kami. Sehingga kami benar-benar paham tentang notasi angka dan balok.
Sementara Tugiyo SPd, Msn, salah seorang pemateri workshop seni budaya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama kalinya yang dilaksanakan di Kabupaten OKI. ”Untuk kegiatan workshop tersebut sudah sering kali dilaksanakan di setiap kabupaten/kota yang ada di Sumsel. Kami pun sering memberikan materi serupa kepada peserta lainnya,”ungkapnya.
Tugiyono menjelaskan, pada pelaksanaan workshop ini pihaknya lebih banyak praktek dalam mengenal notasi angka dan balok. Hal ini dilakukan lanjutnya, disebabkan keterbatasan waktu dalam pelaksanaannya.
”Oleh sebab itu modul yang diberikan kepada peserta dapat mereka pelajari kembali di rumah. Dan pada keesokan harinya, para peserta dapat bertanya kembali tentang materi yang diberikan. Dan pada keesokan harinya (hari ini-red)  para peserta akan praktek bermain dengan menggunakan alat musik. Guna mengetahui notasi angka dan balok tersebut,”jelasnya.
          Sebab kata dia, selama ini orang hanya bisa menciptakan lagu. Namun pada kenyataannya, tidak mampu untuk membuat notasi angka dan balok. ”Artinya mereka tidak dapat menciptakan lagu secara ilmiah. Oleh sebab itu, kami pun mendukung kegiatan tersebut dapat  ditindaklanjuti kembali,”tandasnya. (ban)

Siswa SMKN 1 Kayuagung Ikuti Sosialisasi HIV/AIDS

            KAYUAGUNG - Sekitar 100 orang siswa SMKN 1 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kemarin (22/6), mengikuti sosialisasi pencegahan HIV/AIDS yang diselenggarakan di sekolah setempat. Kegiatan tersebut dilaksanakan KPA (Komisi Pencegahan AIDS/HIV) Kabupaten OKI.
Kepala sekolah SMKN 1 Kayuagung, Holidi SPd MSi, saat dikonfirmasi Koran ini, mengatakan, kegiatan tersebut adalah merupakan ketiga kalinya yang di gelar di sekolah tersebut.
            ”Para siswa kami yang ada di sekolah ini telah tiga kali termasuk hari ini (kemarin-red) mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi pencegahan HIV/AIDS. Sebelumnya, para siswa ini mendapatkan sosialisasi tersebut dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Kemudian pihak BNP (Badan Narkotika Provinsi) dan sekarang ini mendapatkan penyuluhan dari KPA Kabupaten OKI. Ini merupakan hal yang mengembirakan bagi sekolah kami,” jelasnya.
            Dikatakannya, sosialisasi pencegahan HIV/AIDS tersebut sangat bermanfaat bagi siswa yang ada di sekolah ini. Dalam upaya pencegahan penyakit menular berbahaya itu. ”Apalagi se-usai siswa SMA sangat rawan dengan penyakit tersebut. Namun, kami bersyukur berdasarkan catatan para siswa kami tidak terkena penyakit berbahaya itu,” ungkapnya.
            Terpisah, Trisnawati salah seorang pengelolah administrasi KPA Kabupaten OKI, yang ikut mendampingi LSM Sahabat Pelangi, Leonardo Syahmin dalam memberikan sosialisasi HIV/AIDS tersebut, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program rutin yang dilaksanakan pihaknya.
            ”Selama ini, kami hanya memberikan sosialisasi kepada dinas/instansi yang ada di Kabupaten OKI. Juga memberikan sosialisasi ke masyarakat dan lokalisasi,” ungkapnya.
            Dijelaskannya, pihaknya memberikan sosialisasi kepada para siswa tersebut dalam rangka menekan angka penyakit HIV/AIDS yang terjadi di Bumi Bende Seguguk.
”Memang berdasarkan catatan kami belum ditemukan dari siswa SMA yang terkena penyakit berbahaya itu. Namun, usia mereka sangat rawan dengan penyakit tersebut. Sebab mereka dalam usaha pencarian jati diri. Para siswa ini selama ini hanya mengetahui penyakit ini setengah-setengah. Oleh sebab itu, melalui sosialisasi ini mereka mengetahui tentang penyakit menular ini. Apalagi selama ini para siswa ini sering terjebak dalam pergaulan bebas. Dan sering putus sekolah yang disebabkan hamil diluar nikah. Dengan adanya kegiatan tersebut angka putus sekolah akibat faktor tersebut dapat dicegah,” tandasnya. (ban)

Peserta Kemnas 2011 Tingkat Provinsi Dilepas

KAYUAGUNG – Puluhan peserta Kompetensi Expo Madrasah Nasional (Kemnas) tingkat provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2011 dilepas untuk bertanding di berbagai cabang lomba yang ada dalam kagiatan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Ahmad Bermawi SPd MPd, saat ditemui di sela-sela kegiatan pelepasan kemarin (22/6) mengatakan, para peserta yang dikirim untuk bertanding pada Kemnas tingkat provinsi ini adalah mereka yang berhasil meraih juara pada Kemnas tingkat kabupaten beberapa waktu lalu dari berbagai cabang perlombaan yang ada.
Adapun kategori peserta yang akan bertanding terdiri dari dua katogeri yakni untuk siswa tingkat Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), salah satunya MTs Sabulussalam Kayuagung cukup banyak mengirimkan pesertanya.
Sementara untuk cabang lomba yang ada diantaranya, cipta puisi kandungan Al-Qur’an, kaligrafi, catur, lari, tennis meja, pidato bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, busana muslim, bulutangkis dan lain sebagainya. “Kami berharap peserta dari Kabupaten OKI yang kita kirim ini bisa berprestasi dengan meraih juara dari bagai cabang lomba yang ditandingkan,” harap Bermawi.
Dikatakannya, kegiatan ini sendiri bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kreatif siswa, menumbuhkan watak yang jujur, tekun, cermat dan berpandangan terbuka, membangun kultur ilmiah di lingkungan madrasah, membangun citra madrasah sebagai basis pengembangan rohani, jasmani, skill dan intlektualitas, memberikan kesempatan dan penghargaan kepada siswa berprestasi sesuai dengan minat dan bakatnya untuk beraktualisasi diri dan menumbuh kembangkan kepercayaan diri siswa.
Sementara Kasi Mapenda Kantor Kementrian Agama OKI, Muazni mengatakan, adanya kegiatan ini untuk memberikan motivasi sekaligus refreshing dalam menumbuhkan bakat dibidang seni. Di mana diharapkan dengan adanya kegiatan ini para peserta dari Kabupaten OKI sendiri tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten, melainkan juga di provinsi bahkan sampai tingkat nasional nantinya.
Adapun untuk kegiatan ini sendiri lanjut dia, merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua tahun sekali. Di mana dalam kegiatan ini sendiri sebelumnya dananya juga telah dianggarkan oleh pihak pemerintah setempat. Namun untuk tahun ini tidak dianggarkan sehingga pelaksanaannya dilakukan dengan dana patungan. (don)


































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar